Berdering

Ponsel itu masih saja berdering, penuh getaran tanpa jeda, penuh gejolak dalam rasa. Kugenggam ponsel itu, kulihat namanya ada di layar itu.

Tanya di kepalaku bermunculan, "Apakah harus kuangkat? Apa perlu kudiamkan saja? Apa sebaiknya kutolak?"

Bukan, sekali lagi bukan, dia bukanlah para penagih hutang yang biasa kutakuti. Ini lebih menakutkan, nama di layar itu sudah menggangguku cukup lama.

Lalu getar dering ponsel berhenti, sebuah pesan masuk, "Tolong angkat, Mas. Aku menagih setia yang kaujanjikan. Jangan lari! Atau polisi akan menangkapmu."

Komentar