Oase

Pasir gurun berkendara angin pancaroba kemana saja. Pernah ia mendapati kota tua tak bertuan. Dipikirnya, tak satupun mengetahui pemilik lama untuk meminta ijin meneninggalinya. Tempat itu dilewati begitu saja.

Pernah, sampai di sebuah hutan rimba namanya. Sungguh padat penghuninya. Ijin ikut menetap. Mereka menolaknya. Pasir gurun kembali berkelana.

Hingga suatu ketika, air langit hendak terjatuh. Pasir gurun menawarkan tempat berlabuh. Air jatuh menimpalinya. Mereka turun dengan selamat. Dihadiahinya pasir gurun dengan teman hijau yang dititipkan pada atas punuknya.

Komentar